Sarara Media
PBSI Sulteng Bangun Sinergi dengan PB Djarum Usai Pelantikan Pengurus Baru
Wednesday, 13 May 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

DKI JAKARTA, SARARAMEDIA.ID - Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah masa bakti 2025–2029 resmi dilantik oleh Pengurus Pusat PBSI bersama 12 Pengprov lainnya di Ruang Serba Guna Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026) kemarin.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi dan pembinaan bulutangkis nasional di daerah.

Adapun jajaran Pengprov PBSI Sulawesi Tengah yang dilantik terdiri dari Ketua Umum Ir Gufran Ahmad, Sekretaris Umum Saiful Pangesa, Bendahara Umum Ricky Tjui, serta Wakil Ketua Umum Devin Lahardi dan H. Anton.

Selain Sulawesi Tengah, sebanyak 12 Pengprov lain yang turut dilantik yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bengkulu, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten, dan Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran menegaskan bahwa pelantikan pengurus daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum penting memperkuat fondasi pembinaan bulutangkis Indonesia dari daerah.

Hal tersebut, kata dia, menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh pasca hasil Thomas dan Uber Cup 2026.

"Evaluasi yang kami lakukan hari ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh. PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah. Pengprov bukan sekadar struktur organisasi, tetapi merupakan garda terdepan dalam menjaring, membina, dan menyiapkan talenta terbaik bangsa," ujar Fadil.

Ia menekankan, keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan di tingkat daerah.

Karena itu, seluruh Pengprov diminta aktif membangun kompetisi berjenjang, memperkuat klub, meningkatkan kualitas pelatih, hingga memperluas pencarian bibit atlet potensial.

"Ke depan kita tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kita harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Pengprov harus menjadi bagian penting dari talent pipeline nasional menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade 2028," tegasnya.

Fadil juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan profesionalisme dalam menjalankan roda kepengurusan PBSI di daerah.

"Di usia PBSI ke-75 tahun, kita harus semakin dewasa sebagai organisasi. Kita harus berani mengevaluasi, berani berbenah, dan memperkuat seluruh mata rantai pembinaan nasional. Semangat persatuan dan profesionalisme harus menjadi kekuatan bersama agar bulutangkis tetap menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan PP PBSI kepada kepengurusan baru PBSI Sulteng.

Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab melalui kerja nyata dalam membangun sistem pembinaan bulutangkis yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

"Kami menyadari tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, PBSI Sulteng akan fokus memperkuat pembinaan usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi daerah, serta mempererat sinergi dengan klub-klub bulutangkis di seluruh kabupaten dan kota," ujar Gufran.

Ia menambahkan, kepengurusan baru PBSI Sulteng juga menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level Nasional hingga Internasional.

"Kami ingin Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi peserta dalam setiap kejuaraan nasional, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI, klub, pelatih dan masyarakat pecinta bulutangkis," katanya.

Usai pelantikan, Pengprov PBSI Sulawesi Tengah juga melakukan pertemuan dengan pihak PB Djarum yang diwakili Sigit Budiarto guna menjajaki kerja sama pembentukan mitra PB Djarum di Sulawesi Tengah.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia dini dan membuka akses pengembangan prestasi bulutangkis di daerah.

Rangkaian pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PBSI dan Mars Patriot Olahraga, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan janji pengurus, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan bendera PBSI kepada Ketua Pengprov sebagai simbol amanah organisasi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat, sesi foto bersama, serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PBSI melalui pemotongan tumpeng dan doa bersama. (***)