
PALU, SARARAMEDIA.ID - Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur, Reny Lamadjido resmi mengambil sumpah dan melantik 40 aparatur sipil negara (ASN) jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Rumah Jabatan Siranindi II, Palu, itu menjadi bagian dari langkah penyegaran birokrasi sekaligus upaya memperkuat akselerasi program pembangunan dan pelayanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Para pejabat yang dilantik sebelumnya telah mengikuti tahapan uji kompetensi atau job fit. Melalui proses tersebut, pemerintah daerah berharap pejabat yang menempati posisi strategis mampu bekerja lebih cepat, adaptif terhadap tantangan, serta menghadirkan inovasi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Beberapa pejabat yang mendapat amanah baru di antaranya Doktor Rachman Ansyari sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, I Wayan Yudana sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Irwan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Rusmiadi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, serta Wahyu Agust Pratama sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik.
Selain itu, Muh Syahrul Syam dipercaya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wahid Irawan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Susanto Wibowo di Dinas Kehutanan, A. Haris sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Asbudianto sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya keberanian seluruh pimpinan perangkat daerah untuk menghadirkan terobosan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak hanya fokus pada konsep besar, tetapi juga mampu mewujudkan program-program sederhana yang nyata manfaatnya.
"Lakukan karya-karya kecil yang nyata. Itu jauh lebih baik daripada rencana besar yang tidak pernah terwujud," tegas Anwar Hafid.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dirancang, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pelayanan yang diberikan pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah dihadapkan pada keterbatasan anggaran maupun tantangan birokrasi lainnya.
"Pelayanan kepada rakyat tidak mengenal alasan. Rakyat tidak peduli defisit atau keterbatasan anggaran, yang mereka tahu adalah kebutuhan mereka harus terpenuhi dengan cepat dan tepat," ujarnya.
Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat menjadi motor penggerak organisasi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (***)