
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Semangat mempererat persaudaraan dan memperkokoh solidaritas keluarga besar mewarnai kegiatan lomba domino yang digelar Kerukunan Keluarga Besar Sunusi (KKBS), di Markas Besar Komunitas Rizal Intjenae (KRI), Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu, (25/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu tidak sekadar menjadi ajang hiburan keluarga, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi internal organisasi sekaligus memantapkan persiapan pelaksanaan Halal Bihalal keluarga besar yang direncanakan digelar usai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pada Mei 2026 mendatang.
Sejumlah tokoh keluarga turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Kerukunan Keluarga Besar Sunusi, Iskandar Nongtji atau yang akrab disapa Inong, Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Candra Sunusi, Camat Gumbasa, Afif Sunusi, Kabid Aset BPKAD Kabupaten Sigi, Ratno Sunusi, serta para anggota keluarga besar Sunusi dari berbagai wilayah.
Ketua Panitia kegiatan, Musmualim Sunusi yang akrab disapa Bung Ali Riziq, mengatakan lomba domino ini merupakan bagian dari upaya menjaga kekompakan keluarga sekaligus ruang membahas agenda-agenda strategis organisasi ke depan.
Menurutnya, sejak terbentuk, KKBS telah banyak berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga perlu dilakukan penguatan peran organisasi agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Ini bukan sekadar lomba domino, tetapi ruang silaturahmi dan konsolidasi keluarga. Kami juga membahas sejumlah agenda besar organisasi, termasuk bagaimana KKBS terus hadir dalam kegiatan sosial dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Selain memperkuat hubungan kekeluargaan, forum tersebut juga menjadi wadah evaluasi dan pematangan program-program organisasi yang akan dijalankan ke depan, termasuk agenda Halal Bihalal keluarga besar yang diproyeksikan menjadi ajang temu akbar seluruh rumpun keluarga Sunusi di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Ketua KKBS Sulteng, Iskandar Nongtji menegaskan, kehadiran KKBS diharapkan menjadi wadah pemersatu keluarga besar Sunusi, sekaligus membangun sinergi yang produktif antaranggota keluarga di berbagai bidang.
Ia menyebut, organisasi keluarga tidak hanya berfungsi menjaga tali silaturahmi, tetapi juga diharapkan mampu tumbuh menjadi organisasi yang memberi manfaat sosial bagi masyarakat luas.
"KKBS harus menjadi rumah bersama yang menjaga persaudaraan, memperkuat sinergi, dan menghadirkan kebermanfaatan, tidak hanya untuk keluarga besar Sunusi tetapi juga untuk masyarakat Sulawesi Tengah," kata Iskandar.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna itu, KKBS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kepedulian sosial sebagai fondasi memperkuat eksistensi organisasi di masa mendatang. (***)