
FOTO : Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd. (Dok/FB Diskominfo)
PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyampaikan apresiasi tinggi atas kemajuan yang dicapai sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi dan Donggala. Hal tersebut ia ungkapkan dalam pertemuan bersama LBH Rumah Hukum Tadulako di ruang rapat bupati, Senin (30/3/2026) kemarin.
Dalam kesempatan itu, Abdul Sahid menilai perkembangan kedua daerah tersebut berlangsung cukup pesat dan layak menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mempercepat pembangunan.
"Saya bangga dengan Donggala, saya bangga dengan Sigi. Kemajuannya cukup luar biasa," ujar Abdul Sahid dikutip Locusnews.id.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sigi dalam menghadirkan berbagai program strategis, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan wilayah.
Ia menegaskan, capaian tersebut seharusnya menjadi pemicu bagi Parigi Moutong untuk terus berbenah, dengan mengedepankan kolaborasi dan solusi dibandingkan saling menyalahkan.
"Kita harus duduk bersama, bukan mencari kesalahan, tapi mencari solusi supaya Parigi Moutong bisa maju dan mampu bersaing dengan daerah lain," tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Sahid menyampaikan bahwa peluang untuk mendorong percepatan pembangunan daerah masih sangat terbuka, baik melalui dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah sinergi dan keseriusan seluruh pihak.
"Kita punya banyak jalur dan peluang untuk mendapatkan anggaran. Tinggal bagaimana kita berjuang bersama memanfaatkannya," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam mengawal pembangunan, termasuk menyuarakan kebutuhan daerah agar mendapat perhatian lebih luas dari pemangku kebijakan di tingkat atas.
Selain itu, kedekatan pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dan pusat dinilai harus dimaksimalkan untuk membuka akses terhadap berbagai program strategis.
"Kita harus terus mencari jalan agar Parigi Moutong bisa maju. Infrastruktur perlu direvitalisasi, dan meskipun ada efisiensi anggaran, kita tidak boleh berhenti bergerak," ujarnya.
Abdul Sahid pun menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.
"Kalau kami salah, kami sangat terbuka untuk dikritik. Yang penting tujuannya sama, bagaimana daerah ini bisa berkembang," kata Wabup.
Tambahan informasi, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, belum lama mengungkapkan berbagai capaian dan program prioritas yang tengah dan akan dijalankan di daerahnya.
Ia menyebut, keberhasilan Sigi tidak lepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi, khususnya untuk sektor infrastruktur dan pelayanan dasar.
Salah satu program prioritas adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat. Rizal mengungkapkan, potensi air baku di Sigi sangat besar, namun belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara merata.
"Potensi air baku kita besar, tapi belum semua masyarakat menikmati air bersih. Ini yang terus kita dorong agar merata," jelasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan menjadi fokus utama, terutama untuk membuka akses wilayah terpencil seperti Kulawi, Lindu, hingga daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau. Sejumlah ruas jalan strategis bahkan telah memasuki tahap tender dan dijadwalkan segera dikerjakan.
Di sektor pendidikan, Kabupaten Sigi juga mendapatkan peluang melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, yang dirancang sebagai sekolah unggulan setingkat SMA dan terbuka bagi seluruh siswa berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi.
"Ini peluang besar bagi anak-anak Sigi. Semua punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” kata Rizal.
Tak hanya sampai disitu, kawasan pendidikan tersebut dirancang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk stadion, sebagai bagian dari pengembangan kawasan modern dan representatif.
Rizal juga mengemukakan bahwa Kabupaten Sigi mulai menarik minat investor. Dalam waktu dekat, puluhan investor dijadwalkan mulai melakukan aktivitas pembangunan, termasuk membuka akses jalan di wilayah terpencil seperti Tobaku yang selama ini terisolasi.
"Ini bukan sekedar pembangunan jalan, tetapi membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat," tegasnya.
Selain infrastruktur, pengembangan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga mulai dirancang guna mendukung kebutuhan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan. (***)