
PALU, SARARAMEDIA.ID - Menjelang pelaksanaan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, makam beliau di Kota Palu dipadati para peziarah dari berbagai daerah, Selasa siang, (31/3/2026) waktu setempat.
Momentum haul yang akan digelar setiap 12 Syawal itu menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat Sulawesi Tengah, tetapi juga jamaah dari luar daerah di Indonesia Timur. Sejak sehari sebelum pelaksanaan, aktivitas ziarah terlihat meningkat signifikan.
Para jamaah datang dengan tujuan yang sama, yakni mengirimkan doa, membaca Surah Yasin, serta melantunkan tahlil sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Guru Tua dalam menyebarkan pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak usai salat subuh, kawasan makam telah dipenuhi peziarah. Mereka datang secara berkelompok maupun individu, dengan latar belakang dan niat yang beragam, namun tetap dalam suasana khusyuk.
Salah seorang jamaah, Abdurahman asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, mengaku ziarah ke makam Guru Tua merupakan agenda yang tidak pernah ia lewatkan setiap kali menghadiri haul.
"Alhamdulillah, tahun ini saya masih diberi kesehatan untuk hadir. Ziarah ini menjadi momen melepas rindu, apalagi jarak dari daerah kami cukup jauh," ujarnya.
Ia juga menambahkan, kunjungannya ke makam Guru Tua tidak hanya dilakukan saat haul, tetapi setiap kali memiliki kesempatan berkunjung ke Palu.
Hal senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna, Mohammad Hasan Filabuya. Ia menilai ziarah tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan wujud kecintaan sekaligus upaya mengenang perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan ilmu agama.
Menurutnya, perjuangan Guru Tua di masa lalu patut menjadi teladan, terutama bagi generasi penerus Alkhairaat.
"Dalam keterbatasan sarana saat itu, beliau tetap berkeliling dari satu daerah ke daerah lain untuk berdakwah dan mengajarkan Islam. Ini menjadi inspirasi besar bagi kita semua," ungkapnya.
Ia berharap, pelaksanaan Haul ke-58 Guru Tua tahun ini dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan lancar, serta seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan untuk kembali menghadiri haul di tahun-tahun mendatang. (***)