Sarara Media
Makna Haul Guru Tua: Warisan Pendidikan dan Peran Sosial Alkhairaat
Thursday, 26 Mar 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Peringatan Haul pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua ke 58, kembali menjadi momentum penting bagi keluarga besar Alkhairaat untuk mengenang jejak perjuangan dan pengabdian beliau dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat, Jamaludin Mariajang, menjelaskan bahwa pelaksanaan haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki akar historis yang kuat dan melekat dalam perjalanan organisasi Alkhairaat.

Menurut Jamaludin, sosok Guru Tua merupakan perpaduan antara keunggulan pribadi dan kekuatan partisipasi masyarakat. Dari sinergi tersebut lahir karya besar berupa jaringan madrasah Alkhairaat yang tersebar hingga ke pelosok daerah, sebagai simbol nyata kehadiran dan kontribusi beliau di tengah masyarakat.

"Madrasah Alkhairaat bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga representasi dari pemikiran dan perjuangan Guru Tua yang menyatu dengan kehidupan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, secara historis Guru Tua juga meletakkan fondasi organisasi dengan membentuk Pengurus Besar Alkhairaat pada tahun 1956 sebagai representasi struktural dari kekuatan masyarakat. Setelah wafatnya Guru Tua pada 1969, PB Alkhairaat kemudian mengambil peran sebagai pengendali dan penanggung jawab pelaksanaan haul setiap tahunnya.

Tradisi ini, lanjutnya, telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi ciri khas tersendiri di lingkungan Alkhairaat, berbeda dengan pelaksanaan haul di tempat lain karena dikelola secara organisatoris oleh lembaga resmi.

Secara kelembagaan, posisi Guru Tua yang pernah menyandang predikat Presiden Alkhairaat kini dilanjutkan dalam struktur organisasi dengan jabatan Ketua Utama Alkhairaat. Oleh karena itu, penetapan panitia haul secara formal menjadi kewenangan Ketua Utama sebagai bagian dari mekanisme organisasi.

Haul Guru Tua sendiri diperingati setiap tanggal 12 Syawal dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh Abnaulkhairaat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, pengabdian, serta dedikasi Guru Tua dalam mencerdaskan umat dan memperkuat pemahaman keislaman di tengah masyarakat. (***)