
FOTO : (Kiri), Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae saat berbincang dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, Rabu pagi, (11/3/2026) di Jakarta, perihal Sekolah Rakyat di Sigi yang berpotensi di bangun lebih cepat. (Dok/Pkm)
DK JAKARTA, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Sigi terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan program Nasional pemerintah untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. Hal tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara rombongan Pemkab Sigi dengan jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kantor Kemensos RI, Jakarta, Rabu pagi (11/3/2026).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Sigi dipimpin oleh Bupati Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Sekretaris Daerah, Nuim Hayat, Kepala Dinas Sosial, Ariyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Iksan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Mohamad Afi Lamakarate, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Panji Prakoso.
Tak cuman sampai disitu, rombongan Pemkab Sigi tersebut disambut langsung Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, serta sejumlah pejabat terkait dari biro perencanaan dan biro umum.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah melakukan finalisasi kelengkapan dokumen sebagai syarat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi.
"Pertemuan tadi pada prinsipnya finalisasi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat. Ada beberapa dokumen yang masih dalam proses, namun sebagian besar sudah hampir lengkap," ujar Ariyanto melalui sambungan WhatsApp, Rabu malam (11/3/2026).
Ia menjelaskan, beberapa dokumen yang masih dalam tahap penyelesaian antara lain terkait dokumen lingkungan UKL-UPL, yang diperlukan karena adanya penambahan luas lahan pembangunan sekolah dari semula 6 hektare menjadi sekitar 8 hektare.
Selain itu, proses pensertifikatan lahan tambahan juga masih berjalan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun demikian, BPN telah mengeluarkan surat keterangan bahwa proses tersebut sedang dalam pengurusan.
"Walaupun sertifikatnya belum terbit, BPN sudah memberikan surat pernyataan bahwa prosesnya sedang berjalan. Itu yang kami sampaikan dalam rapat tadi," jelas Ariyanto.
Menurut Ariyanto, berdasarkan informasi dari Sekretaris Jenderal Kemensos, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi berpotensi dieksekusi lebih cepat dari jadwal awal.
Sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, sempat menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tersebut ditargetkan mulai Oktober 2026. Namun melihat progres kesiapan Sigi, kemungkinan realisasinya bisa dimulai lebih cepat.
"Dari informasi Sekjen, kemungkinan bisa dipercepat. Kalau melihat kesiapan Sigi, eksekusinya bisa saja dimulai pertengahan tahun ini," katanya.
Kesiapan tersebut didukung oleh sejumlah fasilitas dasar yang sudah tersedia di lokasi rencana pembangunan, seperti akses listrik, sumber air bersih yang dekat dengan fasilitas SPAM milik pemerintah, serta akses jalan yang memadai di kawasan hunian tetap (Huntap).
Sigi Juga Dapat Program Sekolah Garuda ✓
Selain program Sekolah Rakyat, Kabupaten Sigi juga mendapatkan kabar baik lainnya dari pemerintah pusat.
Menurut Ariyanto, Sigi akan memperoleh satu program pendidikan baru yakni Sekolah Garuda, yang merupakan program Nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Wakil Presiden RI.
"Informasi menarik lainnya, Sigi juga akan mendapatkan pembangunan Sekolah Garuda," ungkapnya.
Sekolah Garuda merupakan sekolah berjenjang tingkat SMA yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang menyasar keluarga kurang mampu, Sekolah Garuda bersifat umum dan seleksi utamanya didasarkan pada prestasi akademik siswa.
"Sekolah Garuda ini lebih diperuntukkan bagi lulusan SMP yang berprestasi. Namun ada prioritas juga bagi siswa yang berasal dari Sekolah Rakyat," jelas Ariyanto.
Di tingkat Nasional, saat ini pembangunan Sekolah Garuda masih terbatas dan baru sekitar 10 sekolah yang sedang dalam tahap pembangunan di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Sigi berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Melalui program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan yang layak, sementara orang tua mereka juga akan mendapat program pemberdayaan ekonomi dari pemerintah.
"Harapannya anak-anak dari keluarga miskin bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, sementara orang tuanya mendapat program pemberdayaan seperti PKH dan bantuan usaha," jelas Ariyanto.
Dengan demikian, ketika anak-anak tersebut menyelesaikan pendidikan, kondisi ekonomi keluarga mereka juga diharapkan sudah mengalami peningkatan. Sementara itu, kehadiran Sekolah Garuda di Kabupaten Sigi diharapkan dapat membuka peluang bagi siswa-siswa berprestasi untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah. (***)
Laporan : Ning/SM