Sarara Media
Retret ASN Nasrani, Anwar Hafid: Mengabdi kepada Tuhan Jadi Fondasi Kerja
Monday, 09 Feb 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa nilai spiritual harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja aparatur negara. Penegasan itu disampaikan saat membuka retret Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II, III, dan IV beragama Nasrani, yang digelar di Gereja GPID Jemaat Pniel, Kota Palu, Selasa pagi, (10/2/2026) waktu setampat.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh ASN untuk memaknai tugas pemerintahan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan, bukan semata-mata kepada atasan struktural atau jabatan administratif.

Menurutnya, pengabdian yang dilandasi keimanan akan melahirkan ketenangan batin sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam bekerja, jangan hanya merasa mengabdi kepada Kepala Dinas, Wali Kota, Bupati, atau Gubernur. Tempatkan pengabdian itu kepada Tuhan, maka hidup dan pekerjaan kita akan lebih sejahtera," ujar Anwar Hafid di hadapan peserta retret.

Gubernur juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran. Namun demikian, ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh melemahkan semangat ASN dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

"Provinsi Sulawesi Tengah sedang berada dalam kondisi yang tidak mudah. Efisiensi anggaran mencapai Rp1,2 triliun. Kalau kita tidak bertumpu pada iman dan kepercayaan kepada Tuhan, keadaan bisa terasa semakin berat," ungkapnya.

Anwar Hafid menilai, kedekatan spiritual memiliki korelasi langsung dengan etos kerja dan integritas aparatur. Oleh karena itu, ia mendorong agar kesadaran teologis terus ditanamkan dalam diri ASN, tanpa memandang latar belakang agama.

"Kalau kita percaya kepada Tuhan, kita akan semakin baik dalam melayani rakyat," tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga relasi spiritual melalui tempat ibadah sebagai sumber kekuatan moral dan rohani.

"Tuhan itu punya rumah. Gereja ini rumah Tuhan. Jangan hanya datang meminta, tapi lupa datang ke rumah-Nya," tegas Anwar Hafid.

Lebih lanjut, Gubernur berharap kegiatan retret ini memberikan dampak positif bagi para peserta, sebagaimana retret serupa yang sebelumnya diikuti ASN beragama Islam di Masjid Baitulkhairaat.

Ia mengimbau peserta memanfaatkan momentum retret untuk sejenak melepaskan beban pekerjaan, menenangkan diri, dan memperkuat iman sebelum kembali menjalankan tugas pemerintahan.

"Gunakan waktu ini untuk mengendurkan pikiran dari urusan kantor. Tanamkan kembali keimanan dalam hati. Semoga retret ini membawa manfaat nyata bagi kita semua". pungkasnya. (***)