
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi dari Partai Gerindra, Fadlin, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi melalui kegiatan reses masa persidangan kedua Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, pada Sabtu siang,(8/2/2026) waktu setempat.
Reses yang digelar di Kantor Desa Potoya ini dihadiri oleh Kepala Desa Potoya beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Suasana dialog berlangsung terbuka, di mana masyarakat secara langsung menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga mengusulkan sejumlah peningkatan ruas jalan yang menjadi akses vital aktivitas masyarakat, antara lain jalan lingkar Potoya-Langaleso sepanjang 1,5 kilometer, jalan lingkar Potoya-Tulo Rarantea sepanjang 1,5 kilometer, jalan Dolo-Sidera sepanjang 6 kilometer, serta jalan Potoya-Soulove sepanjang 1,5 kilometer.
Tokoh masyarakat Desa Potoya, Sadri, menyampaikan bahwa usulan peningkatan jalan tersebut bukan kali pertama disuarakan. Ia menyebut, aspirasi serupa telah berulang kali disampaikan dalam pelaksanaan reses sebelumnya, namun hingga kini belum terealisasi.
"Kami sudah beberapa kali menyampaikan usulan ini setiap reses, tapi belum ada realisasi. Harapan kami, melalui reses kali ini, aspirasi masyarakat bisa benar-benar diperhatikan," ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Fadlin menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan disampaikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Kami tidak bisa berjanji, namun seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan dan perjuangkan sesuai kewenangan kami di DPRD," kata Fadlin.
Ia menambahkan, kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antara warga dan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Sigi. (***)