Sarara Media
PKK Sigi Sisir Ibu Hamil KEK, Perkuat Edukasi Gizi
Wednesday, 30 Jul 2025 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, Sararamedia.id - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sigi terus bergerak aktif dalam menekan angka stunting yang kembali mengalami kenaikan signifikan. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menyasar kelompok ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronik (KEK) melalui sosialisasi dan edukasi gizi.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di kediaman Ketua TP-PKK Sigi, Halwiah, yang terletak di Jalan Poros Palu-Kulawi, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli PKK, Roro Istanti, serta para kader PKK dari tingkat desa hingga kabupaten, bidan desa, dan para ibu hamil KEK sebagai peserta utama.

``Hari ini kita fokuskan perhatian pada ibu hamil KEK karena mereka memiliki risiko tinggi melahirkan anak stunting. Ini menjadi titik kritis pencegahan,`` ujar Halwiah di Sigi, Kamis sore, (31/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, para ibu hamil tidak hanya diberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi, tetapi juga menerima bantuan makanan tambahan berbasis pangan lokal bergizi. Edukasi menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, cukup dengan memanfaatkan bahan lokal seperti sayuran, ikan, dan lauk rumah tangga yang bernutrisi.

Selain itu, TP-PKK Sigi, Halwiah juga membahas data by name by address (BNBA) terkait stunting dan KEK per 30 Juli. Halwiah menegaskan, langkah berikutnya adalah pelaksanaan kunjungan door to door untuk memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran.

``Intervensi efektif dimulai dari data yang valid. Kami juga sedang petakan siapa yang sudah menerima bantuan seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan BLT, agar tak terjadi ketimpangan,`` jelas Halwiah.

Menurut data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi mengalami lonjakan angka stunting sebesar 6,6 persen dalam setahun, dari 26,4 persen (2023) menjadi 33 persen (2024), menjadikannya tertinggi kedua di provinsi ini setelah Buol.

``Ini sangat mengkhawatirkan. Padahal dari 2021 sampai 2023, tren kita menurun. Tapi 2024 justru naik tajam. Artinya, kita harus lebih intensif dan berkelanjutan,`` tegasnya.

TP-PKK Sigi juga mendorong sinkronisasi data dari berbagai sistem seperti DTKS, P3KE, dan PPGM, agar program penanganan stunting tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Halwiah juga mengajak masyarakat ikut terlibat aktif dalam pelaporan, terutama bila ada warga yang belum tersentuh bantuan.

``Kalau ada tetangga yang belum terdata, segera laporkan. Kami siap bantu fasilitasi ke desa agar bisa masuk ke sistem``. pungkasnya. (***)