SIGI, Sararamedia.id - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi menggelar pertemuan teknis untuk mengevaluasi dan memperbarui data poligon lahan serta produksi komoditas pertanian, Rabu (16/7/2025) siang. Kegiatan ini menghadirkan seluruh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
Kepala Dinas TPHP Sigi, Rahmad Iqbal Nurkholis, mengatakan bahwa pertemuan ini dirancang untuk memperkuat peran strategis penyuluh pertanian dalam mendorong pembangunan daerah yang berbasis pada sektor pertanian berkelanjutan.
``Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas penyuluh di lapangan agar mampu menjalankan peran sentral dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Sigi yang maju dan berkelanjutan, berbasis pertanian dan pariwisata,`` jelas Iqbal sapaan akrab Kadis TPHP Sigi.
Ia menegaskan, penyuluh adalah ujung tombak pembangunan sektor pertanian, sehingga mereka harus dibekali dengan data yang valid dan strategi yang terarah. Fokus utama kegiatan ini adalah validasi data poligon komoditas, termasuk pemetaan potensi wilayah secara presisi.
``Kami ingin memastikan bahwa data komoditas yang dikelola oleh setiap petani benar-benar akurat dan bisa dijadikan dasar dalam menyusun kebijakan dan program kerja,`` tambahnya.
Dalam paparannya, Iqbal menyebutkan bahwa luas lahan sawah di Kabupaten Sigi saat ini tercatat sekitar 17.393 hektare. Dengan keterbatasan lahan tersebut, pendekatan berbasis data sangat penting untuk menentukan prioritas pengembangan komoditas unggulan secara efisien dan tepat sasaran.
``Melalui pemetaan poligon, kita bisa melihat distribusi komoditas strategis, menentukan lahan yang sudah termanfaatkan dan yang masih potensial. Ini semua demi optimalisasi produksi dan peningkatan kesejahteraan petani,`` imbuhnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkala sebagai sarana konsolidasi antara penyuluh, BPP, dan pemerintah daerah, guna memperkuat koordinasi menuju kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, yang hadir membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan pertanian di Sigi.
``Teamwork, kekompakan, dan koordinasi adalah kekuatan utama dalam membangun daerah. Tidak bisa hanya jalan sendiri-sendiri,`` tegas Rizal.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka di lingkungan kerja. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai jika antarpegawai saling menutup informasi.
``Jangan simpan informasi penting sendiri-sendiri. Kita harus saling berbagi dan saling mendukung. Tidak perlu mencari muka, karena saya tahu siapa yang benar-benar bekerja,`` ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal menekankan perlunya intervensi pemerintah dalam mengatur pola tanam dan jadwal tanam petani, agar produksi bisa lebih terukur dan meningkat secara signifikan.
Ia mengungkapkan bahwa data dari pemerintah provinsi menunjukkan potensi besar bagi Sigi untuk menjadi salah satu sentra produksi pangan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku lapangan, Rizal optimistis sektor pertanian di Sigi dapat tumbuh pesat.
``Kalau kita kompak dan serius, pertumbuhan produksi itu bukan mimpi. Tinggal bagaimana kita menjaga irama kerja antara penyuluh, BPP, dan dinas agar tetap harmonis dan produktif``. pungkasnya. (***)