
PALU, Sararamedia.id - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 61 Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung khidmat dan penuh makna di halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Minggu (13/4/2025) pagi.
Rangkaian prosesi adat dari 13 kabupaten/kota mewarnai awal upacara, menandakan kuatnya identitas dan persatuan masyarakat Sulawesi Tengah dalam bingkai kearifan lokal.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Gubernur Anwar Hafid menyerukan kebangkitan semangat mencintai tanah kelahiran.
``Mari kita tumbuhkan kembali cinta kita kepada Sulawesi Tengah yang telah memberi kita segalanya,`` seru Anwar penuh semangat.
Ia menekankan bahwa Sulawesi Tengah bukan hanya tempat berpijak, melainkan sumber kehidupan, harapan, dan masa depan bagi seluruh warganya.
Mengangkat semangat “Berani Membangun Sulawesi Tengah”, Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido secara resmi meluncurkan tiga program unggulan sebagai kado istimewa bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Ketiganya menjadi penanda dimulainya gerakan besar bertajuk "Sulteng Nambaso".
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini membebaskan seluruh biaya pendidikan di tingkat SMA/SMK, termasuk biaya prakerin dan uji kompetensi bagi siswa SMK.
Selain itu, program beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi juga resmi dimulai hari ini, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata.
``Kita launching bantuan beasiswa hari ini, tanggal 13,`` ujar Anwar Hafid.
Lewat program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pemprov memastikan seluruh warga Sulteng cukup menunjukkan KTP untuk mendapat layanan kesehatan gratis di seluruh faskes yang bekerja sama dengan BPJS.
Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido mengungkapkan bahwa RSUD Undata akan mulai melayani operasi jantung terbuka pada Mei mendatang dan memperkuat layanan kanker agar masyarakat tak lagi harus ke Jakarta.
``Saya tidak ingin satu pun warga Sulawesi Tengah terkendala dalam pelayanan kesehatan,`` tegas Reny.
Mulai 14 April hingga 14 Mei 2025, pemerintah memberikan pemutihan tunggakan pajak kendaraan bermotor, termasuk penghapusan 100?nda BBNKB II dan pajak progresif.
Masyarakat cukup membayar pajak tahun berjalan untuk bisa menikmati manfaat dari program ini.
Ketiga program unggulan ini menjadi simbol keberanian pemerintah daerah dalam menghadirkan perubahan nyata, berlandaskan cinta terhadap daerah, dan tekad membangun Sulawesi Tengah yang lebih inklusif, sehat dan cerdas.
``Sulteng Nambaso bukan sekadar slogan, ini gerakan perubahan!``. tutup Anwar Hafid dengan penuh keyakinan. (***)