Sarara Media
Banjir Donggala, Pemprov Kirim 610 Bronjong
Saturday, 12 Apr 2025 00:00 am
Sarara Media

Sarara Media

DONGGALA, Sararamedia.id - Bencana banjir melanda Kabupaten Donggala pada Selasa, 1 April 2025, akibat hujan deras berintensitas sedang yang terjadi sejak pukul 13.30 hingga 15.30 WITA. Banjir menerjang beberapa wilayah di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Banawa, Labuan, dan Sindue Tombusabora.

Sebanyak 10 kelurahan dan desa terdampak. Di Kecamatan Banawa, banjir merendam Kelurahan Kabonga Besar (50 rumah, 192 jiwa), Kabonga Kecil (10 rumah, 42 jiwa), Maleni (18 rumah, 63 jiwa), Tanjung Batu (24 rumah, 104 kamar kos), Labuan Bajo (66 rumah, 66 KK), Boya (31 rumah, 146 jiwa), dan Ganti (101 rumah, 395 jiwa). Rumah Sakit Kabelota juga turut terdampak.

Sementara di Kecamatan Labuan, banjir merusak satu unit jembatan di Desa Labuan dan satu rumah di Desa Labuan Kungguma (5 jiwa terdampak). Di Kecamatan Sindue Tombusabora, Desa Batusuya mengalami kerusakan pada dua rumah, satu pasar, dan akses jalan yang terancam putus.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menetapkan status Tanggap Darurat selama tujuh hari sejak 2 April 2025, dan memperpanjangnya selama 21 hari ke depan, hingga 28 April 2025.

Sejak hari pertama bencana, Bupati Vera mengambil langkah cepat penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pembersihan wilayah terdampak, dan pengerahan alat berat untuk normalisasi sungai di beberapa titik. Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kabupaten Donggala mengajukan permohonan bantuan darurat kepada Gubernur Sulawesi Tengah melalui surat resmi nomor 466/0376/BPBD/2025 tertanggal 8 April 2025.

Menanggapi surat tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid langsung memerintahkan Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan masukan terkait bentuk bantuan yang dapat segera diberikan. Kepala BPBD, Akris Fattah Yunus yang juga mantan Kadis PU Donggala, menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak adalah pembangunan tanggul darurat menggunakan keranjang kawat bronjong guna mencegah banjir susulan.

Atas masukan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan pemberian bantuan berupa 610 unit keranjang kawat bronjong senilai Rp.405.040.000 (berdasarkan SSH Tahun 2024) kepada Pemerintah Kabupaten Donggala.

Pada Jumat, 11 April 2025, bantuan tersebut secara resmi diserahkan oleh Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah kepada Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Donggala, Mardiana, di Kantor BPBD Provinsi Sulteng, Jalan MT. Haryono No. 29, Palu.

Gubernur Anwar Hafid berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung penanganan darurat di Donggala serta meringankan beban pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi pascabanjir. (BPBD)