Sarara Media
Baznas dan YRII Wujudkan Hunian Layak di Sigi
Friday, 10 Jan 2025 00:00 am
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, Sararamedia.id - Yayasan Relief Islami Indonesia (YRII) bekerja sama dengan Baznas Provinsi Sulawesi Tengah dan Baznas Kabupaten Sigi serta berbagai pihak terkait, meresmikan dan menyerahkan bantuan rumah kepada keluarga yatim dan dhuafa di Desa Soulove, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Jumat pagi, (10/1/2025) waktu setempat.

Acara turut dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Sigi, Mohamad Riyadh, Kepala Dinas Sosial, Ariyanto beserta Kabid terkait.

Sebanyak 8 unit rumah dibangun di Kabupaten Sigi, masing-masing 4 rumah di Desa Soulowe, 2 rumah di Desa Kalukubula, dan 2 rumah di Desa Loru, Kecamatan Biromaru. Proyek ini didukung penuh oleh dana zakat dari umat Muslim Inggris dan dana zakat/infaq yang dikelola Baznas Sulawesi Tengah.

Fahmi Rahmatna, Koordinator Area YRII Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat miskin dan yatim piatu yang belum memiliki tempat tinggal layak huni. Selain memberikan tempat tinggal, program ini juga mencakup pendampingan ekonomi agar para penerima manfaat (mustahik) dapat berdaya dan mandiri.

``Kami berharap penerima bantuan ini suatu hari nanti mampu menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui pendampingan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk Kabupaten Sigi, kami menargetkan pendampingan kepada 500 keluarga miskin ekstrem dalam dua tahun ke depan,`` ujar Fahmi.

Fahmi juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana zakat yang lebih optimal. Menurutnya, potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun masih belum dimanfaatkan sepenuhnya. 

``Jika 80% penduduk Indonesia menunaikan zakat fitrah, potensinya bisa mencapai 8 triliun rupiah. Ini menunjukkan betapa besar dana yang sebenarnya bisa kita kelola untuk membantu masyarakat miskin,`` tambahnya.

Program pembangunan rumah ini, kata Fahmi,  menjadi inspirasi untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dan solidaritas di tingkat desa. Fahmi berharap pola serupa dapat diterapkan secara luas sehingga setiap desa memiliki sumber daya untuk membantu warganya yang membutuhkan.

Peresmian ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan. 

``Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk para donatur, pemerintah daerah, universitas dan masyarakat setempat. Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan``. tutup Fahmi.

Dengan inisiatif seperti ini, harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sigi semakin nyata. (***)