
FOTO : Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, S.I.K. (Dok/SM)
PALU, Sararamedia.id - Bangsa Indonesia saat ini menghadapi situasi darurat narkoba. Dalam mengatasi tantangan ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui program Indonesia Bersinar terus berkomitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. BNN Provinsi Sulawesi Tengah (BNNP Sulteng) menjadi bagian penting dari perjuangan ini dengan beragam langkah strategis sepanjang tahun 2024.
BNNP Sulteng berhasil mengungkap 27 kasus narkotika (LKN) yang melibatkan 41 tersangka, terdiri dari 38 pria dan 3 wanita. Barang bukti yang disita mencakup :
Sabu : 2.425,24 gram
Ganja : 2.203,4 gram
Uang Tunai : Rp.43.900.000
Kendaraan : 1 unit roda dua
Dari kasus-kasus tersebut, 22 telah mencapai tahap P21, sementara 5 lainnya masih dalam proses penyidikan.
Untuk mengurangi permintaan narkoba, BNNP Sulteng gencar melakukan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat melalui media cetak, elektronik, dan tatap muka. Tahun ini, langkah strategis yang dijalankan meliputi :
1. Pelatihan Soft Skill bagi 20 guru SMA di Kabupaten Sigi.
2. Pelatihan Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, melibatkan 10 keluarga dari Desa Kabobona dan Kotarindau.
3. Peningkatan Kapasitas Penggiat Anti Narkoba di 16 instansi pemerintah (Desa Kabobona, Tinggede, Kotarindau, Kecamatan Dolo, Marawola, Puskesmas Dolo dan Tinggede).
12 instansi pendidikan (SMA, SMK, dan SMP di Kabupaten Sigi).
Program pemberdayaan masyarakat difokuskan pada Desa Tinggede, Kabupaten Sigi, dengan pelatihan life skill pembuatan sablon bagi 15 peserta.
BNNP Sulteng membentuk dua kelompok Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Kabobona dan Kotarindau, dengan capaian :
20 pasien berhasil direhabilitasi dari target yang sama.
132 klien menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Mosipakabelo.
23 klien menyelesaikan program pasca-rehabilitasi.
Untuk memperkuat perlawanan terhadap narkoba, BNNP Sulteng menjalin kerja sama dengan organisasi pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta melalui berbagai program seperti sosialisasi dan tes urin.
Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, S.I.K dihadapan awak media di Palu, Selasa (31/12/2024) sore, menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi melalui sinergi semua pihak.
``Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya menciptakan Sulawesi Tengah yang bersinar, bersih dari narkoba``. tutupnya. (***)
#PerangMelawanNarkoba
#IndonesiaBersinar