Sarara Media
BPBD Parigi Moutong Buka Suara terkait Normalisasi Sungai di Ongka Malino
Tuesday, 28 May 2024 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

FOTO : Kalak BPBD Parigi Moutong, Idran. (Dok/Ist)

PARIGI MOUTONG, Sararamedia.net - Adanya isu yang mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong kurang tepat melakukan normalisasi sungai di dua Desa Kecamatan Ongka Malino yaitu Desa Ongka dan Malino seperti yang diberitakan oleh beberapa media massa mendapat tanggapan dari Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Parigi Moutong, Idran.

Menurutnya, saat Ongka Malino terkena banjir dua Minggu lalu, pihaknya melakukan asesmen dan sehingga mengeluarkan tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk Kecamatan Ongka Malino. 

Dalam tanggap darurat itu BPBD menurunkan 2 alat berat untuk pengerukan (penggalian pasir) sungai Malino yang kemudian pasir tersebut diletakkan dibibir sungai kiri dan kanan yang hingga menurut Alwi selaku Koordinator Poros Parimo adalah tanggul. 

Lanjut, Idran mengemukakan, alat berat yang bekerja selama 14 hari itu di mulai dari Sungai Desa Bosagon, Sungai Desa Ongka dan Sungai Desa Malino yang menelan anggaran biaya sebasar 100 juta rupiah.

``Sesuai aturan normaliasi sungai jika sudah melewati diatas 200 juta rupiah itu sudah ada nilai assetnya. Sedang untuk anggaran 100 juta rupiah atau 200 juta rupiah itu hanya masuk pemeliharaan,`` ungkap Kalak BPBD Parigi Moutong, Idran, saat melakukan peninjauan di lokasi banjir wilayah Ongka Malino, Rabu (29/5/2024) waktu setempat.

``Untuk saat ini, tanggap darurat Kecamatan Ongka Malino sudah selesai waktunya 14 hari, namun satu alat berat kami masih ada di lokasi melakukan pengerukkan sungai karena kades ongka meminta kebijakan tambahan waktu dua hari saja untuk melakukan pengerjaan di Sungai tersebut,`` tambahnya.

``Jadi kami tidak membuat tanggul permanen, tapi pengerukan sungai. Karena membuat tanggul harus melalui proses perencanaan jauh sebelumnya, karena itu memakan waktu yang cukup lama. Kalau ada yang mengatakan kami membuat tanggul itu salah, yang benar adalah pengerukan sungai yang dangkal agar air sungai mengalir lebih cepat``. tandasnya. (Rul)