Indosat Cetak Kinerja Gemilang Semester I 2026, Transformasi AI Dorong Pertumbuhan Double Digit
DK JAKARTA, SARARAMEDIA.ID - PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) kembali membukukan performa bisnis yang impresif sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan, laba, serta indikator operasional lainnya secara konsisten, sejalan dengan strategi transformasi perusahaan yang kini berfokus pada pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis pada Senin (28/7/2026), Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY). Pada saat yang sama, EBITDA perusahaan tumbuh lebih tinggi, yakni 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.
Tak hanya itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang telah dinormalisasi melonjak hingga 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional di berbagai lini usaha.
Dari sisi pelanggan, Indosat juga mencatat perkembangan positif. Trafik data meningkat 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Average Revenue Per User (ARPU) tumbuh 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pelanggan seluler Indosat tercatat mencapai 93,4 juta pengguna.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari implementasi strategi transformasi berbasis AI yang secara konsisten dijalankan perusahaan.
Menurutnya, AI kini tidak lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan telah menjadi fondasi utama dalam membangun nilai bisnis jangka panjang. Melalui visi “AI North Star”, Indosat terus bertransformasi dari perusahaan penyedia layanan konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI yang mampu menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pelaku industri, hingga masyarakat luas.
"Pertumbuhan dua digit yang berhasil dicapai menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Ini sekaligus memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat fase transformasi berikutnya melalui penguatan kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan masa depan," ujar Vikram.
Dalam upaya memperkaya pengalaman digital pelanggan, Indosat menghadirkan berbagai layanan berbasis AI seperti fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express. Berbagai layanan tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, sekaligus keamanan pengguna dalam beraktivitas secara digital.
Kinerja positif yang diraih pada semester pertama 2026 turut membuka ruang bagi Indosat untuk mempercepat investasi strategis pada sektor-sektor yang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru.
Salah satu langkah penting yang dilakukan perusahaan adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Melalui kerja sama tersebut, pengelolaan lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik nasional dialihkan ke IFT.
Dari transaksi tersebut, Indosat memperoleh dana sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mengadopsi model bisnis asset-light yang dinilai lebih fleksibel dalam mendukung ekspansi dan pengembangan teknologi masa depan.
Selain itu, bisnis AI Cloud milik Indosat juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Semester I 2026, AI Cloud berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang berada pada angka US$28 juta.
Pencapaian tersebut menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI yang berdaulat dan terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi AI Cloud sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan.
Di sektor jaringan, Indosat juga memperkuat fondasi konektivitas melalui tambahan alokasi spektrum frekuensi sebesar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan spektrum ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperbaiki kualitas layanan, serta mendukung pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, Indosat juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan.
Optimalisasi jaringan berbasis AI dan penerapan sistem pengelolaan energi yang lebih efisien berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan hingga 50,89 persen. Komitmen tersebut turut mengantarkan Indosat masuk dalam tiga indeks ESG KEHATI sekaligus, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni hingga November 2026.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indosat menjalin kemitraan strategis bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta Wadhwani Foundation untuk mempercepat pengembangan talenta digital Nasional.
Program kolaboratif tersebut menargetkan lahirnya satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga tahun 2029. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Indosat dalam memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital sekaligus memastikan transformasi AI berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kombinasi antara inovasi teknologi, investasi strategis, penguatan infrastruktur, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, Indosat optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memainkan peran lebih besar dalam membangun masa depan ekonomi digital Indonesia yang berbasis kecerdasan buatan. (***)
