Pemkot Palu Dorong PERMIPPOS Perkuat Peran Sosial dan Budaya di Tana Powelua
- By REDAKSI --
- Sunday, 04 Oct, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Regenerasi kepemimpinan dan penguatan nilai-nilai persaudaraan menjadi agenda utama dalam Musyawarah Besar (Mubes) Perhimpunan Masyarakat Indonesia Pamona Poso (PERMIPPOS) yang digelar di Lapangan Futsal Jalan Lembu, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu, (3/10/2026).
Kegiatan yang mempertemukan warga Pamona Poso dari berbagai wilayah di Kota Palu itu menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun arah kebijakan ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman.
Mewakili Wali Kota Palu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Palu, John Yus Madoli, menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pemerintah daerah pada pembukaan kegiatan tersebut.
Mubes tahun ini mengusung tema “Dengan Musyawarah Besar, Kita Membangun Estafet Kepemimpinan yang Inovatif, Responsif, Transparan dan Progresif dalam Kesatuan Kerukunan Masyarakat Indonesia Pamona Poso” dengan subtema “Ri Kasamba'a Mba'a, Pokasangkompo Tapakaroso Pombetubunaka, Pombepotowe, Ri Tana Powelua.”
Ketua Panitia Herawati menjelaskan, pelaksanaan Mubes bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang konsolidasi untuk mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Pamona Poso yang bermukim di Kota Palu.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus wadah untuk melahirkan kepemimpinan baru yang lebih adaptif, inovatif dan memiliki daya saing dalam mengembangkan organisasi ke depan.
Dalam sambutannya, John Yus Madoli menyampaikan salam dan apresiasi dari Wali Kota Palu kepada seluruh panitia serta keluarga besar PERMIPPOS yang dinilai konsisten menjaga semangat persatuan dan kebersamaan melalui pelaksanaan musyawarah besar tersebut.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palu memandang keberadaan organisasi kemasyarakatan berbasis paguyuban sebagai modal sosial yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, toleransi, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Palu.
"Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi masyarakat Pamona Poso yang selama ini turut menjaga persatuan dan kerukunan di Kota Palu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap Mubes PERMIPPOS dapat menghasilkan kepemimpinan yang amanah, responsif terhadap kebutuhan anggota, terbuka dalam tata kelola organisasi, serta mampu menghadirkan berbagai gagasan progresif bagi kemajuan organisasi dan masyarakat.
Menurutnya, PERMIPPOS memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai organisasi paguyuban yang solid sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung terwujudnya Kota Palu yang sejahtera, rukun, dan damai di Tana Powelua.
Selain agenda persidangan organisasi, Mubes PERMIPPOS juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Pamona. Salah satunya Tari Torompio yang menggambarkan semangat cinta kasih, keceriaan, dan pergaulan generasi muda, sekaligus menjadi media pelestarian nilai-nilai budaya masyarakat Pamona.
Pengunjung juga disuguhi penampilan musik Karambangan Poso, tradisi musik gitar khas Pamona yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Poso. Alunan musik tersebut menghadirkan nuansa kebersamaan dan kerinduan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Tana Poso.
Rangkaian kegiatan itu menegaskan bahwa Mubes PERMIPPOS tidak hanya menjadi forum demokrasi organisasi, tetapi juga ruang pelestarian budaya yang memperkuat identitas serta memperkokoh persaudaraan masyarakat Pamona Poso di Kota Palu. (***)
