AC Korslet Terbakar, Ruang Kepala BPKAD Parigi Moutong Nyaris Dilalap Api
- By REDAKSI --
- Monday, 07 Sep, 2026
PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Insiden kebakaran terjadi di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (7/9/2026) pagi. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik pada unit pendingin ruangan (AC) muncul di ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Parimo ketika aktivitas perkantoran baru dimulai.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Api diketahui muncul dari bagian unit AC dan kemudian menyambar dua lembar gorden yang berada di sekitar perangkat tersebut. Kepulan asap berwarna hitam pekat sempat memenuhi ruangan berukuran sekitar 3x4 meter.
Situasi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar itu dengan cepat direspons pegawai BPKAD. Kepala BPKAD Parimo, Yusrin Usman, bersama sejumlah staf berupaya memadamkan api menggunakan air dari kamar mandi sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Yusrin menuturkan, saat kejadian dirinya tengah bersiap mengikuti rapat. Situasi berubah ketika salah seorang staf kembali ke ruangan untuk mengambil laptop dan mendapati api telah membesar dari arah AC.
"Saat itu saya sedang bersiap rapat. Begitu staf saya kembali mengambil laptop, api tiba-tiba sudah menyala cukup besar dari AC dan menyambar gorden. Saya langsung teriak dan lari mengambil air," kata Yusrin.
Respons cepat pegawai membuat api tidak sempat meluas ke bagian ruangan lainnya. Air kemudian disiramkan menggunakan ember bekas cat hingga kobaran api berhasil diredam.
"Saya yang pertama siram pakai ember cat, sekali siram langsung padam sebagian. Lalu teman-teman lain ikut membantu menyiram dan menyelamatkan berkas-berkas dokumen agar tidak tersambar api," ujarnya.
Tak lama berselang, personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat kepolisian tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan dan sterilisasi area untuk memastikan tidak terdapat titik api lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Sebagai bagian dari proses pemeriksaan, petugas pemadam kebakaran juga membongkar sebagian plafon untuk memastikan tidak ada bara atau percikan api yang merambat ke bagian atap bangunan.
Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sejumlah dokumen penting juga dilaporkan berhasil diamankan. Namun, insiden tersebut mengakibatkan satu unit AC mengalami kerusakan berat, dua gorden terbakar, serta satu meja kerja mengalami kerusakan ringan.
Dari kejadian tersebut, pihak BPKAD mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat dan instalasi listrik di lingkungan perkantoran. Pegawai diminta memastikan seluruh perangkat elektronik yang tidak digunakan telah dimatikan dan sumber listriknya dicabut sebelum meninggalkan ruangan.
Yusrin juga menyoroti kondisi instalasi listrik gedung BPKAD yang telah digunakan selama sekitar 20 tahun. Menurutnya, evaluasi terhadap jaringan kelistrikan perlu dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi korsleting maupun gangguan listrik lainnya.
"Seluruh pegawai harus lebih disiplin memperhatikan penggunaan listrik. Peralatan elektronik dan stop kontak yang tidak diperlukan harus dipastikan sudah dicabut sebelum ruangan ditinggalkan," imbaunya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dan peremajaan instalasi listrik perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika kondisi cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan pada perangkat maupun jaringan kelistrikan.
Peristiwa kebakaran tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh perangkat daerah agar aspek keselamatan gedung, kelayakan instalasi listrik, kesiapan alat pemadam, serta prosedur tanggap darurat terus diperiksa secara berkala.
Dengan langkah pencegahan dan respons cepat yang terukur, potensi kebakaran di lingkungan perkantoran diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan pegawai, dokumen negara, dan aset pemerintah tetap terlindungi. (***)
