Halal Bihalal di Morut, Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Sedekah, Sabar, dan Saling Memaafkan

MOROWALI UTARA, SARARAMEDIA.ID - Momentum Halal Bihalal di Kabupaten Morowali Utara dimanfaatkan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk memperkuat pesan spiritual kepada masyarakat, khususnya pentingnya menghidupkan nilai sedekah, kesabaran, dan sikap saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (9/4/2026) itu berlangsung atas inisiasi Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala, dan dihadiri berbagai unsur penting daerah, mulai dari jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga perwakilan legislatif Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Morowali Utara. Ia mengaku tetap memaksakan diri hadir meski dalam kondisi agenda yang padat, sebagai bentuk komitmen dan kecintaan kepada masyarakat.

"Kerinduan kepada masyarakat tidak bisa diukur dengan jarak dan waktu. Dalam kondisi apa pun, saya akan berusaha hadir," ungkapnya, disambut antusias para hadirin.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengumumkan rencana pelaksanaan Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, yang untuk pertama kalinya akan digelar di Morowali Utara pada 12 April 2026.

Menurut Gubernur, kegiatan keagamaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan keikhlasan Guru Tua dalam membangun umat melalui pendidikan dan dakwah.

Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua DPRD Morowali Utara yang telah berkoordinasi dengan jajaran Alkhairaat serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyukseskan agenda tersebut.

"Sosok Guru Tua adalah teladan. Kecintaan kepada beliau harus diwujudkan dalam amal nyata," tegasnya.

Dalam inti pesannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas iman melalui amalan sederhana namun berdampak besar.

Ia menekankan tiga amalan utama sebagai kunci meraih keberkahan hidup, yakni:

• Gemar bersedekah, dalam kondisi lapang maupun sempit

• Mampu menahan amarah di tengah berbagai ujian

• Lapang dada untuk memaafkan kesalahan orang lain

Menurutnya, konsep sedekah dalam ajaran Islam tidak bergantung pada jumlah, melainkan pada keikhlasan. Ia mengingatkan bahwa balasan dari Allah tidak selalu dapat diukur dengan logika manusia.

"Perhitungan manusia berbeda dengan perhitungan Allah. Apa yang kita keluarkan dengan ikhlas, akan diganti dengan berlipat ganda," jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian emosi, terlebih di era digital saat ini yang rentan memicu konflik akibat perbedaan pendapat, khususnya di media sosial.

"Orang kuat itu bukan yang menang dalam perdebatan, tetapi yang mampu menahan amarah dan memaafkan," tambahnya.

Kegiatan Halal Bihalal tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri, momen ini juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah serta penceramah Angelina Sondag yang dijadwalkan memberikan tausiah dalam rangkaian kegiatan.

Di akhir sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Warda Dg Mamala sebagai penggagas acara, seraya mendoakan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Halal Bihalal ini diharapkan menjadi energi positif dalam memperkuat persatuan serta membangun Morowali Utara yang lebih harmonis dan religius. (***)


Comment As:

Comment (0)